Kamis, 11 April 2013

Ini adalah lambang dari sekolah ku yg bernama MAN DENAYAR,,sekolah ini didirikan oleh seorang ulama besar yg bernama KH.BISYRI SANYSURI

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Denanyar adalah suatu pendidikan setingkat SMU yang dalam proses penyelenggaraannya berada di bawah naungan Departemen Agama.Di samping mata pelajaran umum, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Denanyar banyak memberikan materi pelajaran agama yang diharapkan dapat berguna sebagai bekal kehidupan bermasyarakat dan juga untuk dapat melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi.

Madrasah Aliyah Negeri (MAN)Denanyar Jombang semula adalah sebuah madrasah swasta yang berciri khas pesantren yang didirikan pada tahun 1923 dengan nama Madarasah Mabadi’ul Huda oleh KH. Ahmad Bisri Syansuri atas seizin Hadrotus Syekh Bisri Syansuri, seorang ulama besar yang berkaliber nasional yang juga salah seorang pendiri organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU)

Kemudian pada tahun 1969 berdasarkan SK Menteri Agama No. 24/1969 Madrasah tersebut berubah statusnya menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Denanyar Jombang, yang sampai saat ini keberadaannya telah menjadi sebuah lembaga pendidikan alternatif yang telah banyak mencetak banyak birokrat, politisi, akdemisi, tokoh masyarakat, dan pimpinan pondik pesantren yang tersebar di seluruh pelosok nusantara.

Dalam Penelitian Akreditasi Nasional tingkat Madrasah Aliyah tahun 2005, Madrasah Aliyah Negeri Denanyar Jombang merupakan Madrasah Aliyah Negeri dengan status terakreditasi A.

Visi
  • Terwujudnya Insan Akademik yang beriman, bertaqwa, islami, cerdas, kreatif dan terampil serta mandiri.

Misi
  • Berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan selalu berorientasi pda peningkatan keimanan, ketaqwaan, keagamaan, kecerdasan dan keterampilanserta pembelajaran para guru dan siswa
  • Meningkatkan kualitas lembaga dengan penataan sarana dan prasarana yang bersih, rapi, indah dan nyaman
  • Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif melalui peningkatan ras senang dan rasa memiliki bagi guru dan siswa terhadap MAN Denanyar
  • Meningkatkan pembinaan Bahasa Arab, Inggris, Kitab Kuning dan keterampilan secara aktif dan periodic

kepribadian saya hdup d pondok

assalamualaikum.wr.wb

nama :poetra wahyu
ttl      :BATAM,09 07 1997
alamat :permata laguna c1 no3
sekolah :MAN DENANYAR JOMBANG
kepribadian :disiplin,gagah,n berani mengambil keputusan berani mengambil resiko
pondok : pondok peantren AL-MADIENAH jombang

sekarang saya hidup dpondok,,,dulu sebelum saya d masukin k pondok,saya berfikir hdup d ppondok thu tdk enak,,,tapi stlah saya d masukin k pondok ternyata tdk sprti yg saya pikirkan,,,saya prnh berfkir bhwa hdup d pondokan  thu serba sendiri,,,tapi stlah saya lakukan dngn sendiri pkrjaan yg saya anggap berat ternyata tdk sama sekali berat nya,,,,
di pondok pun bnyak kwan nya dan disine saya juga d ajar kan ilmu agama lebih dala,,memang thu yg saya harapkan dari dulu......."dulu ad kwan say bilang k saya klw d pondok thu bnyak hafalan,trus saya bilang klw d pondok gx ad hafalan sama jha thu bkan pondok,,,,"
ternyata betul d setiap pondok thu pasti ad hafalan,,,,,pertama kali say masuk pondok,saya d ksh hflan sama guru saya,ternyata saya tdk hafal,,dn guru saya memukul dngn rotan,mulai dari thu saya jade ter motivasi,,,,,,dan lama kelamaan saya menjadi betah hdup d pondokk......


pesan:jangan mereemeh kan segala pekerjaan,,karena semua pekerjaan thu pasti ada balasan nya yg datang dari ALLAH,,,,,,
wassalamualaikum.wr.wb

Rabu, 10 April 2013

bahaya nya sex bebas dan akibat nya

Bahaya Seks Bebas dan Akibatnya | Seks Bebas atau tekenal dengan free seks sudah tidak asing lagi untuk saat ini. Bahaya seks bebas seakan tidak lagi mempan untuk menyadarkan para pelaku free seks. Nah melalui artikel ini penulis ingin kembali memaparkan Bahaya seks bebas dan akibat seks bebas . Semoga setelah membaca ini tidak akan ada lagi meakukan seks bebas. Kalau ingin seks? nikah dong…hehehehe selamat membaca artikel bahaya seks bebas
Bahaya Seks Bebas dan Akibatnya
1. Beberapa penyakit yang siap mendatangi seperti, herpes, HIV Aids, Raja singa, dan penyakit lainnya. Anda lihat beberapa penyakit yang tidak bisa disembuhkan bukan?.
2. Hamil di luar pernikahan akan menimbulkan permasalahan baru, apabila anda masih kuliah atau sekolah tentu saja orang tua anda akan sangat kesal kepada anda. Dan anda pun takut untuk jujur kepada orang tua anda dan pasangan anda, akhirnya anda memutuskan untuk melakukan dosa baru yaitu aborsi.
3. Apabila anda menikah di usia muda, permasalahan yang belum siap anda hadapi akan datang, seperti masalah keungan, masalah kebiasaan, masalah anak.
4. Nama baik keluarga akan tercoreng oleh sikap anda. Keluarga anda akan menghadapi masalah yang anda buat apabila anda mendapatkan efek buruk dari seks bebas ini.
5. Apabila anda hamil dan pasangan anda tidak mau bertanggung jawab, apa yang akan anda lakukan?. Akan banyak pikiran buruk yang akan mengganggu anda. Seperti ingin bunuh diri, berpikir tidak rasional yang mengakibatkan gangguan mental atau gila.

Perilaku seks yang di anggap melanggar norma bukanlah barang baru. Di beberapa kota metropolitan beberapa remaja sudah mulai “esek-esek”, walaupun kebanyakan secara sembunyi-sembunyi. Memang kegiatan seks yang dianggap lepas kontrol masih sering dirasakan sebagai ancaman. Karena itu seks bebas dijadikan bahan pembicaraan lagi oleh beberapa pakar.
Namun, selama ini, apa yang dimaksud dengan seks bebas itu jarang dibicarakan rinci. Apakah seks diluar nikah sama dengan seks bebas. Apakah segala bentuk penyelewengan seks menurut norma bisa dikatakan seks bebas?
Apakah bila seseorang melakukan hubungan seks satu kali belum menikah bisa disebut, melakukan seks bebas?
Apakah perempuan yang berperut buncit di pesta pernikahannya hanya karena berhubungan seks dengan satu orang saja bisa dikatakan telah berseks bebas, dan disamakan dengan pria yang telah dari ranjang satu keranjang lainnya dengan beberapa wanita?
Selama ini, yang disebut seks terkontrol, berdasarkan agama dan peradaban, adalah seks dengan satu orang sesudah menikah. Seks di luar nikah sering dikaitkan dengan seks bebas dengan tindakan yang tak beradab, memang manusia punya kontrol, punya asa dan budaya.
Oleh karena itu manusia menganggap dirinya tidak berbudaya, birahi seks pun jadi sesuatu yang rasional, dilandaskan hukum dan kontrol. Tetapi walaupun binatang bisa kawin tanpa nikah, bentuk dan praktik mereka tidak lepas dari suatu kontrol. Kalau hukum dan kontrol dianggap sebagai buah kebudayaan dan menandakan masyarakat yang tidak primitif, binatang pun mempunyai satu hukum. Dan hukum rimba adalah satu hukum yang beradab. Karena bila hukum rimba tidak dipatuhi, rantai makanan akan morat-marit. Ekologi akan hancur.

Walau tidak mengenal nikah binatang juga mempunyai aturan kawin. Mereka tidak akan kawin sembarangan. Mereka melakukannya pada musim-musim tertentu dan juga punya aturan serta upacara yang cukup rumit dalam berhubungan seks. Sepasang merak, misalnya, harus mencari selama beberapa lama sebelum kawin.
Jadi, tidak saja birahi seks, tetapi kontrol dan hukum adalah bagian dari naluri juga. Karena itulah, seperti berlanjutnya kontrol dan hukum dalam hidup manusia, naluritas seks juga seharusnya diberi perhatian. Namun yang ditekankan dalam kehidupan manusia sekarang adalah kontrol dan hukum akan birahi seks. Seakan-akan kontrol dan hukum adalah irasional. Jadinya, kontrol dan hukum itu dapat menguasai dan melebihi birahi seks. Akibatnya adalah peraturan seks yang serba kaku dan melibatkan kutukan moral bagi para pelanggarnya.

Serba Kolot
Bahaya seks bebas memang bisa menakutkan. Dan bahaya seks bebas sering kali dibahas dan disebut-sebut. Tetapi, pengutukan akan segala, bentuk seks bebas dan pelarangan kolot akan seks juga menimbulkan resiko lain yang akan dibahas. Karena seks adalah kebutuhan naluri manusia, kontrol yang yang ketat akan seks malah akan menimbulkan pencuri. Seperti juga orang yang kurang makan akan mencuri dan orang yang kurang uang akan mencuri. Dari curi-mencuri ini, yang dirugikan terutama dari pihak wanita.

Perempuan bisa dideteksi keperawananya dengan mudah. Mereka mempunyai selaput dara. Karenanya bayak kisah lelaki yang mengeluh karen istrinya sudah tak berselaput dara pada malam pertama. Lalu lelaki? Mereka hanya bisa jadi pencuri yang baik. Lari tanpa jejak dan tanpa resiko. Dan bisa pura-pura jadi manusia yang ‘beradab’ lagi setelah mencuri.
Perempuan juga bisa hamil. Sebab itu, yang dijadikan contoh seks bebas oleh salah satu pakar adalah perut buncit waktu menikah. Yang dijadikan perhatian adalah si perempuan., Tetapi, bukankah dalam perut buncit ini si lelaki juga ikut menanam modal?
Akibatnya adalah tersedianya dua definisi yang kontras untuk perempuan: wanita suci dan perek. Wanita suci adalah perempuan yang tidak kawin sebelum menikah, dan setia sampai mati pada suami. Perempuan yang sudah “gituan” sebelum nikah tidak bisa disebut suci lagi, walaupun dia mungkin berbuat seperti itu cuma dengan satu orang seumur hidupnya. Karena definisi yang membedakan wanita hanya pada dua ekstrem, perempuan yang mau “begituan” sebelum menikah terkadang disamaratakan. Perek, Binal. Bisa diajak main.
Padahal, perempuan yang telah berhubungan seks diluar nikah dengan beberapa orang, bisa menjadi istri yang mencintai dan setia pada suaminya. Perempuan yang sudah berhubungan seks dengan beberapa pria bukan langsung bisa disebut perek. Bisa jadi, si perempuan berhubungan seks dengan pria-pria ini berdasarkan cinta. Dan perek atau pelacur pun bukan otomatis jadi perempuan bebas pakai.

Perempuan yang tidak perawan jadi mudah mengutuk dirinya sendiri. Perempuan korban perkosaan akan lebih menderita batin seumur hidupnya karena kehilangan “mahkota” meraka. Dan karena curi mencuri ini, aborsi gelap terjadi di mana-mana. Karena aborsi tidak dilegalkan, namun perempuan hamil sebelum menikah jarang mendapatkan dukungan moral.
Birahi seks adalah keindahan. Seperti keindahan menyanyi dan membaca puisi. Bagaimana pun juga manusia tidak dapat lepas dari naluri kebinatangannya. Karena itu, seorang perawan di Saman pun berkata bagaimana dia ingin menjadi unggas yang “kawin begitu mengenal birahi”. Mungkin bila birahi seks itu tidak lagi boleh didengar, Ayu Utami akan berhenti menulis.
                                      Pentingnya Ilmu Bagi Kehidupan Manusia PDF Print E-mail
Written by Mudjia Rahardjo   
Wednesday, 10 October 2012 07:55
Pagi itu saya memberi kuliah sesuai jadwal.  Seperti biasanya, untuk mengawali perkuliahan, saya lebih dulu menanyakan tugas-tugas yang pernah saya berikan atau apa ada kesulitan mengerjakan tugas tersebut. Anehnya, kok tidak ada respons. Saya merasa suasana perkuliahan tidak seperti biasanya di mana para mahasiswa aktif bertanya dan berdiskusi secara serius. Malah kadang-kadang waktu untuk berdiskusi tidak cukup. Saya tidak tahu mengapa itu terjadi, mungkin karena lelah atau sebab-sebab lain.
Melihat suasana seperti itu, saya berpikir untuk tidak masuk materi kuliah, tetapi memberi motivasi lebih dulu. Saya memotivasi mereka melalui sebuah hadis. Saya ingat ada hadis di mana Ibn.  Abbas r. a  berkata “Nabi Sulaiman a.s. diberi kesempatan untuk memilih antara harta, kerajaan,  dan ilmu, maka ia memilih ilmu, maka diberi kerajaan dan kekayaan, karena ia memilih ilmu, maka yang lainnya ikut padanya” (HR. Ibn. Asakir n Addailami).
Saya berharap dengan hadis tersebut, semangat para mahasiswa bisa tumbuh kembali seperti semula. Dugaan saya tidak meleset. Hadis tersebut mampu menggugah semangat mahasiswa, sehingga suasana bisa menjadi hidup. Saya pun semakin bergairah mengurai pentingnya ilmu bagi kehidupan manusia.
Mungkin ada yang bertanya apa relevansi hadis tersebut dengan matakuliah Metodologi Penelitian? Menurut saya isi hadis tersebut sangat relevan dengan tujuan matakuliah Metodologi Penelitian. Sebagai sebuah disiplin ilmu, Metodologi Penelitian secara khusus membahas  mengenai cara meneliti untuk menemukan kebenaran secara ilmiah untuk selanjutnya dipakai sebagai dasar mengambil kebijakan lebih lanjut, dan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan itu sendiri. Tak siapapun meragukan bahwa hanya lewat penelitian ilmu pengetahuan dapat berkembang. Selanjutnya juga bisa dikatakan bahwa jika suatu bangsa ingin maju dalam ilmu pengetahuan, maka tidak ada cara lain kecuali menjadikan penelitian sebagai bagian dari tradisi bangsa itu. Kita bisa melihat bangsa yang telah maju peradabannya tidak bisa dipungkiri telah menjadikan penelitian sebagai tradisi kehidupannya.
Memang penelitian bukan satu-satunya cara untuk mencari kebenaran. Sebab, sebagaimana pandangan para ilmuwan, kebenaran juga bisa diperoleh dari hasil kerja panca indra, sehingga kebenaran yang dihasilkan disebut kebenaran indrawi. Setiap manusia tentu bisa memperoleh kebenaran jenis ini, karena semua manusia dilengkapi dengan panca indra. Tetapi karena indra manusia lemah, maka tingkat kebenaran yang dihasilkan juga tidak begitu kuat.
Selain itu, kebenaran juga bisa diperoleh dari renungan mendalam yang biasanya dilakukan oleh para filsuf. Masalahnya tidak semua orang bisa melakukan hal ini karena diperlukan keseriusan, ketekunan, dan kesediaan berkontemplasi secara ilmiah. Kebenaran juga bisa diperoleh dari agama. Kebenarannya bersifat absolut dan doktriner. Kebenaran jenis ini hanya diperoleh dan diterima oleh orang-orang beriman saja. Orang yang tidak beragama tentu tidak bisa menerima kebenaran jenis ini sama sekali, dan memikirkan hal tersebut dianggap membuang-buang waktu saja.
Selanjutnya, kebenaran juga bisa diperoleh melalui aktivitas ilmiah, yang disebut  penelitian. Biasanya dilakukan oleh para peneliti. Kebenarannya disebut kebenaran ilmiah. Seperti kebenaran filosofis, kebenaran ilmiah juga tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Sebab, untuk bisa meneliti diperlukan beragam pengetahuan yang mendalam mulai apa yang diteliti, di mana dilakukan, siapa yang dijadikan subjek, hingga bagaimana cara menelitinya dan untuk apa penelitian itu dilakukan. Selain itu, diperlukan pula  kejujuran, ketekunan, ketelitian, dan tentu kecerdasan. Oleh karena itu, tidak semua orang bisa menjadi peneliti.
Kembali ke pertanyaan di atas apa manfaatnya ilmu bagi kehidupan manusia. Mengapa Nabi sampai menyampaikan hadis yang terkait dengan ilmu. Dalam pandangan Islam, manusia adalah khalifah di muka bumi. Sebagai khalifah , manusia diberi otoritas sepenuhnya untuk memanfaatkan semua yang diciptakan Allah, baik yang ada di darat dan di laut, bahkan di udara  untuk kemaslahatan dan  kesejahteraan hidup manusia itu sendiri. Untuk bisa memanfaatkan semua yang telah diciptakan Allah diperlukan ilmu pengetahuan. Lewat ilmu pengetahuan, manusia tidak saja bisa memanfaatkan semua cipataan Tuhan untuk kepentingan mereka, tetapi juga mampu mengungkap misteri di balik semua ciptaan itu hingga sampai pada simpulan bahwa tidak ada ciptaan Tuhan yang sia-sia. Semua bermanfaat, tetapi tidak semua manusia mampu memahaminya karena kurangnya pengetahuan yang dimiliki.
Ilmu pengetahuan tidak terbatas pada ilmu tentang alam atau yang disebut sebagai ilmu alam (natural sciences) seperti kimia, fisika dan biologi, tetapi juga  ilmu-ilmu sosial dan humaniora, seperti sosiologi, antropologi, sejarah, ekonomi, politik, bahasa, sastra, seni, filsafat dan sebagainya. Orang bisa memilih di antara ilmu-ilmu  tersebut untuk ditekuni secara serius, sesuai minat dan kompetensinya. Tidak ada ilmu yang satu lebih tinggi atau lebih rendah dari yang lain. Pada hakikatnya semua ilmu memiliki derajat yang sama. Yang membedakan adalah wujud realitas yang dikaji dan tujuannya.
Timbul pertanyaan di mana orang bisa mencari ilmu? Apakah mesti belajar jauh di negeri yang sudah maju? Menurut saya untuk ilmu-ilmu sains dan teknologi penting belajar di negeri yang sudah lebih dulu maju, seperti di Eropa, Amerika, Australia  dan sebagainya. Tetapi untuk ilmu-ilmu sosial dan humaniora, kita bisa belajar dari lingkungan dan masyarakat kita sendiri. Pada hakikatnya ilmu sosial adaah ilmu tentang kita. Karena itu, kita sendiri yang mestinya mempelajari dan mengembangkannya.
Sebagai bukti, Indonesia telah lama menjadi lokus penelitian para ilmuwan sosial dari luar negeri, seperti sosiologi, antropologi, politik bahkan agama. Ibaratnya, Indonesia merupakan laboratorium raksasa tempat para ilmuwan sosial melakukan penelitian. Lewat karya para ilmuwan sosial, dari Indonesia lahir teori-teori  sosial besar dalam ilmu politik seperti teori tentang kekuasaan masyarakat Jawa  oleh Benedict Anderson, dalam bidang antropologi tentang struktur masyarakat  Jawa (Abangan, Santri dan Priyayi) yang ditawarkan oleh Clifford Geertz. Tesis Clifford Geertz tak bisa dipungkiri menjadi salah satu teori dasar antropologi.
Ada juga teori politik aliran sebagaimana ditawarkan oleh ilmuwan politik Herbert Feith dan Lance Castle. Teori-teori tersebut pada hakikatnya menjadi teori besar  yang bisa dikembangkan oleh para ilmuwan dan para pengkaji ilmu sosial berikutnya.
Teori-teori tersebut bisa saja telah dikritisi, bahkan direvisi oleh para ilmuwan sesudahnya. Tetapi tidak berarti teori itu tidak ada gunanya. Setidaknya teori itu telah menjadi tonggak dan pijakan yang bisa dipakai untuk memahami gejala-gejala  sosial secara kritis, yang terkait dengan masalah politik, sosial, antropologi dan sejenisnya. Karena itu, betapa besar peran seorang peneliti bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Jika demikian, belajar Metodologi Penelitian tidak akan sia-sia. Siapa tahu bisa menjadi peneliti beneran yang kelak bisa mengembangkan ilmu pengetahuan, sebagaimana pilihan yang dijatuhkan oleh Nabi Sulaiman tatkala beliau diberi tawaran antara harta, kekuasaan dan kerajaan. Nabi Sulaiman a. s.  ternyata lebih memilih ilmu. Pilihan Nabi Sulaiman tepat, sebab dalam sejarah hidupnya kita mengetahui bahwa beliau tidak saja memperoleh ilmu, tetapi juga harta dan kekuasaan melalui kerajaan yang dipimpinnya.
Apa yang tulis di atas adalah ringkasan dari penjelasan saya kepada mahasiswa, bukan tentang isi materi perkuliahan, melainkan berupa motivasi agar para mahasiswa bersemangat dalam menuntut ilmu. Melalui hadis itu, saya ingin menanamkan suatu nilai bahwa memilih ilmu lebih dahulu  ketimbang harta dan kekuasaan merupakan pilihan yang tepat. Karena itu, jika seseorang sudah memperoleh kesempatan studi, apalagi hingga pascasarjana,  jangan sampai waktu berlalu dengan sia-sia.